Malam terus mencari mentari pagi, dan aku masih menunggu rasa kantuk yang tak kunjung datang, termenung akan keputusan yang harus aku putuskan, memilih 2 pilihan memanglah bukan perkara bak membalikan telapak tangan, namun pilihan tetaplah harus untuk dipilih, mana yang terbaik untukku, apa untukmu, ah kau terlalu egois jika hanya memilh mana yang terbaik untukmu,, lalu bagaimana untuk yang lain, "sudahlah mereka sudah memikirkanya sendiri"pikirku.
Ini terdengar tidak manusiawi, kau hanya terlahir tak beradab, tak beraturan, tak menghiraukan yang lainya, kau ini siapa memangnya.
Lalu bagaimana aku harus memilih, katakan,, malam terdengar hanya terdiam , anginpun hanya mendesis,
tapi tunggulah, sepertinya semua ini mengisyaratkan.
ada apa dengan semua ini.
Seperti seolah aku menemukan jalan akan 2 pilihan.
Beristikharohlah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar